BERITA

Kisah Retaknya Persahabatan Pendiri Microsoft: Bill Gates dan Paul Allen

Jumat, 02 Juni 2017 Admin Unikom

Paul Allen dan Bill Gates dekat sejak SMA dan bersama-sama mendirikan Microsoft. Namun hubungan keduanya retak. Allen mengklaim semuanya karena ulah Gates.

Dikutip detikINET dari Guardian, kisah keretakan hubungan Gates dan Allen terungkap dalam buku biografi Allen berjudul Idea Man: a Memoir. Di situ Allen banyak menceritakan kedekatannya dengan Gates sekaligus bagaimana berakhirnya hubungan baik mereka.

Seperti dikisahkan sebelumnya, Gates dan Allen awalnya bertemu di SMA Lakeside di Seattle. Mereka ini sama-sama gila komputer dan jadi teman dekat. Sama-sama jenius pula sehingga merasa cocok.

Tahun 1975, keduanya mendirikan Microsoft yang lantas berkembang luar biasa. Nah, pembagian saham pun dilakukan. Gates meminta bagian lebih banyak karena merasa bekerja lebih keras.

"Aku berasumsi kemitraan kami 50-50. Tapi Bill punya ide lain," tulis Allen. Gates meminta bagian saham Microsoft lebih besar, 64-36. Allen akhirnya setuju karena merasa Gates sangat bawel.

Relasi mereka lalu memburuk seiring bertambah besarnya Microsoft. Allen dan Gates sering adu argumentasi selama berjam-jam. Kemudian, Gates memasukkan temannya Steve Ballmer yang di kemudian hari akan menjadi CEO Microsoft.

Gates langsung menawari bagian saham 8,75% ke Ballmer, yang membuat Allen marah. Pada tahun 1982, Allen sakit kanker dan absen bekerja. Saat kembali ke Microsoft, dia merasa tak dianggap lagi. Tak hanya itu, Allen juga mendengar kalau Gates dan Ballmer ingin mengurangi jatah sahamnya.

"Tidak bisa lagi bertahan, aku meledak pada mereka dan berteriak semua ini tidak bisa dipercaya. Menunjukkan karaktermu yang sebenarnya," papar Allen.

Ballmer dan Gates pun sadar dan minta maaf, tapi bagi Allen, hubungan mereka tak bisa diperbaiki lagi. Maka, Allen memutuskan mundur dari Microsoft.

Gates mencoba membeli saham Microsoft yang dimiliki Allen seharga USD 5 per lembar, tapi Allen menolaknya. Keputusan itu sangat tepat karena harga saham Microsoft kemudian sangat tinggi. Sekarang saja kekayaan Allen lebih dari USD 18 miliar karena masih memiliki banyak saham Microsoft. 

"Kupikir kemitraan kami berdasarkan keadilan, namun aku melihat kepentingan pribadi Bill mengesampingkan semua pertimbangan lain. Dia ingin mengambil sebanyak mungkin kue dan itulah yang tak bisa kuterima," sebut Allen.

Cerita Allen di buku biografinya itu pernah dikomentari oleh Gates. Apapun yang terjadi di masa lalu, Gates tetap berterima kasih pada Allen.

"Meskipun ingatanku pada semua peristiwa itu mungkin berbeda dari Paul, aku menghargai persahabatannya dan kontribusi penting yang dibuatnya pada dunia teknologi dan Microsoft," sebut Gates.

Pada tahun-tahun belakangan, hubungan mereka mulai membaik. Bahkan keduanya tak segan berfoto bersama lagi, mungkin sembari mengingat bagaimana dulu mereka berduet membuat Microsoft jaya.

Semarak IF Festival 2.0, Dari Bazzar Hingga Seminar Nasional
Kamis, 19 Juli 2018
“Trust Me, PR Works”: Menilik Peran Vital Profesi Public Relations
Rabu, 18 Juli 2018
Ujian Saringan Masuk (USM) Unikom Tahun Akademik 2018/2019 Masuki Gelombang Ke-2
Selasa, 17 Juli 2018

Agustus 2018