Bahasa | English
New Student Registration
Main Page
trans
Mahasiswa Teknik Informatika UNIKOM Menang Kompetisi Youth Competition for Disaster Jenesys 2.0 di Jepang
Game mitigasi bencana yang dibangun untuk skripsi memenangkan Youth Competition for Disaster Education Jenesys 2.0, mahasiswa IF (Teknik Informatika) UNIKOM ikuti pertukaran pemuda ke Jepang. Delegasi dari Indonesia ini akan melakukan studi tentang kebencanaan selama 10 hari di Tokyo dan Chiba, 11 sampai 20 Maret 2014.

Youth Competition for Disaster Jenesys 2.0 merupakan sebuah kompetisi pembuatan media edukasi kreatif mitigasi bencana untuk masyarakat. Kompetisi ini merupakan hasil kerjasama antara Japan Foundation dengan Kedutaan Besar Jepang di Indonesia. Pada kompetisi ini peserta yang terdaftar adalah 319 tim atau 1276 mahasiswa dari seluruh Indonesia.

Sebanyak 26 tim terpilih masuk babak final. Seluruh tim tersebut ditugaskan membuat video konsep mitigasi serta penerapannya di lapangan. Enam tim dengan konsep terbaik berdasarkan penilaian dewan juri, berhak mengikuti pendidikan kebencanaan di Jepang.“Tim kami, KORSA-2, mengusung konsep Creative Disaster Education for Kids. Media yang digunakan untukĀ  memberikan pendidikan kebencanaan kepada anak-anak adalah game dan komik. Game tentang evakuasi gempa bumi dan komik tentang tsunami. Game itu proyek skripsi saya. Memang belum selesai, tapi cukup untuk diperlihatkan konsepnya,” tutur Sari Asih Rahmawati, mahasiswa IF UNIKOM, tim KORSA-2.

Kompetisi ini diperuntukan bagi mahasiswa yang terlibat dalam organisasi di bidang pengembangan masyarakat, bencana, pendidikan, anak-anak, difabel, perawatan lansia, isu LGBT, dan pemberdayaan perempuan. Tiap tim terdiri dari dua laki-laki dan dua perempuan. Setelah memenangkan proses seleksi pertama, Tim Korsa-2 akan melakukan studi tentang kebencanaan selama 10 hari di Tokyo dan Chiba, pada 10 - 20 Maret 2014. Tim Korsa-2 dan 25 tim dari Indonesia yang berhasil memasuki babak final diharuskan untuk membuat video konsep mitigasi serta penerapannya di lapangan. Tim Korsa-2 sendiri merupakan organisasi masyarakat yang bernaung di bawah Yayasan Pembinaan Masjid Salman ITB. Korsa bergerak di bidang pemberdayaan masyarakat, kebencanaan, dan kesehatan. Anggota Korsa terdiri dari pemuda berusia 17 - 40 tahun, tanpa batasan status pendidikan. Youth Competition for Disaster Jenesys 2.0 ini diperuntukan bagi mahasiswa yang terlibat dalam organisasi di bidang pengembangan masyarakat, bencana, pendidikan, anak-anak, difabel, perawatan lansia, isu LGBT, dan pemberdayaan perempuan. Kompetisi ini diikuti juga oleh mahasiswa dari negara-negara AMS (ASEAN Member States), Australia, New Zealand, India dan Timor Leste.

“Tidak ada batasan kampus, jadi saya dan teman-teman ITB sepakat untuk bikin tim bersama. Tim ini di bawah naungan KORSA (Korps Relawan Salman) ITB. Meski demikian, banyak sekali bantuan dan dukungan dari dosen dan teman-teman di IF UNIKOM. Terima kasih banyak untuk semua bantuannya,” pungkas Sari.