BERITA

‘Carepol’, Deteksi Polutan dengan Sentuhan

Sabtu, 18 November 2017 Media UNIKOM

BANDUNG, UNIKOM- Divisi ERG Unikom kembali menambah daftar prestasinya atas pencapaian yang diraih sebagai Juara I Kompetisi Internet of Things (IoT) IMPULSE HME-ITB melalui karya inovasi bernama “Carepol” atau (care polutan). Mengusung konsep berbasis IoT, alat tersebut dapat melakukan sistem monitoring tingkat polusi udara yang diterapkan di kendaraan bermotor, serta memperluas manfaat konektivitas internet yang tersambung secara terus-menerus.

“Sebelumnya, memang sudah ada alat pengukur polusi udara yang diciptakan tetapi hanya terdapat di beberapa titik Kota Bandung, serta sifat data yang diberikannya tidak real time. Karena itu, kami ciptakan alat yang sifatnya portabel dan memberikan data real time. Sehingga, target kami alat ini bisa dipasang di angkutan umum dimana setiap 15 detik, carepol akan mengirimkan informasi berupa data tentang kondisi disekitarnya, seperti tingkat polutan, kadar karbondioksida, suhu, kelembapan, gas, dan mengirimkan posisi sistem dalam koordinat GPS. Manfaatnya bukan hanya untuk masyarakat, tetapi pemerintah pun bisa turut memantau tingkat polusi di Kota Bandung secara lebih efektif dan efisien,” ujar Jonas Atjas Ualubun selaku anggota Divisi ERG.

Berada dibawah bimbingan Agus Mulyana, S.Kom.,M.T, bersama anggotanya dari Program Studi Teknik Komputer, yakni Dira Emilia (aplikasi android), Jonas Atjas Ulaubun (hardware mekanik), dan Ronny Riayana Alif Gani (situs web), carepol berhasil mengungguli karya tim lainnya dari ITB, ITHB, dan Universitas Brawijaya, pada babak final yang digelar di Institut Teknologi Bandung (ITB), Jumat (10/11). “Ini adalah kompetisi kali pertama yang diadakan oleh ITB, dengan membaginya ke dalam dua kategori yaitu tingkat SMA/sederajat dan tingkat universitas. Dari total 28 tim tingkat universitas yang mengirimkan paper, terpilih lima tim untuk maju ke babak final salah satunya Unikom,” tambah Jonas.

Lebih lanjut, kompetisi IoT sendiri menyediakan beberapa tema yang bisa dipilih oleh para peserta, yakni keamanan, industri, lingkungan, dan transportasi. Mengacu pada carepol, sistem ini memiliki keterkaitan dengan tema lingkungan dan trasportasi, yang terintegrasi atas tiga perangkat, yaitu hardware (carepol device), webserver (web server carepol), dan mobile application (android carepol APP). “Carepol device adalah alat atau sensor untuk mengambil data, selanjutnya dilaporkan ke server atau web admin untuk mengolah data menjadi grafik polusi, peta polusi, dan agent rating. Lalu, masyarakat pun dapat mengakses data tersebut untuk melihat tingkat polutan di suatu titik dengan meng-klik lokasinya di aplikasi android yang dapat diunduh di playstore,” jelas Ronny.

Sebelum mempresentasikan karyanya di babak final, Divisi ERG telah mengujicobakan carepol di beberapa titik di Kota Bandung, antara lain, Alun-Alun, Tegalega, Dipati Ukur, hingga Setiabudi. Hasilnya menunjukan, bahwa setiap kawasan memiliki tingkat polutan yang berbeda, bahkan polutan di siang hari jauh lebih besar dibandingkan malam hari. Sehingga, adanya sistem ini diharapkan bisa meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat akan bahaya polutan yang tersebar di lingkungan sekitarnya. Berbekal data dari carepol, masyarakat diharapkan bisa melakukan berbagai upaya preventif untuk mencegah paparan polutan yang berpotensi memberikan dampak negatif pada kesehatan. (Direktorat Hms & Pro)

Study Visit Mahasiswa Program Studi Ilmu Hubungan Internasional (IHI) Unikom
Sabtu, 20 Juli 2019
Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Unikom: Tanamkan Jiwa Nasionalisme dan Bela Negara di Kalangan Mahasiswa
Jumat, 19 Juli 2019
Rencana Kolaborasi Unikom dan Universiti Putra Malaysia
Kamis, 18 Juli 2019